Sabtu, 10 Mei 2014

Cerpen Anak Orang Gila Karya M. Shoim Anwar


MEREKA BILANG AKU GILA, SEPERTI DIA!!!
 
Oleh Uun Undarti Septiani "PBSI"

Cerpen berjudul “Anak Orang Gila” Karya M. Shoim Anwar mengkritik tentang psikologis. Suatu keadaan kejiwaan yang dialami oleh setiap individu. Mengalami tekanan hidup yang sangat berat sehingga sulit menguasai dirinya sendiri. Masalah internal di dalam keluarganya yang selalu mengganggu hati dan pikiran. Hidup menjadi tidak nyaman dan tidak ada kedamaian. Ketakutan dan kecemasan yang selalu mengejarnya kemana-mana.
Pikiran menjadi kacau dan tenggelam dalam kesedian berlarut-larut. Setiap masalah yang sedang dihadapi selalu dipendam sendiri tidak perna mengeluarkan unek-uneknya kepada orang lain.  Hal tersebut tidak baik untuk keadaan kejiwaannya. Apabila individu tersebut tidak menemukan solusi yang terbaik untuk dirinya sehingga individu tersebut akan terjebak dalam kediannya sendiri. Bisa saja individu itu menjadi gangguan jiwa karena tidak bisa menyelesaikan masalahnya sendiri.
Seperti halnya pada cerpen yang berjudul “Anak Orang Gila” tokoh aku mengalami kecemasan dan ketakutan di dalam dirinya. Ketika dia mengetahui bahwa dia mempunyai mertua yang mengalami gangguan kejiwaan. Kaget dia tidak menyangka selama ini dia telah dibohongi istrinya sendiri. Selama ini istrinya tidak perna mengatakan jujur kepadanya tentang keuarganya terutama keadaan bapaknya. Semakin lama rahasia itu tersiar di telinganya. Tokoh aku langsung kaget dan perasaannya menjadi campur aduk. Dia tidak terima dan sakit hati terhadap istrinya telah membohonginya. Tidak perna terbayangkan mendapatkan mertua gangguan jiwa. Pikirannya menjadi tidak karuan apabila dia mempunyai anak. Akankah gen akan menular kepada anaknya.  Emosi pada diri semakin hari semakin sulit terkendali. Pikiran negatiflah yang memberikan stimus padanya.
Ada perasaan yang sangat menyesal pada dirinya mengapa istinya mempunyai bapak yang gila, kenapa harus dipertemukan dengan Rani!. Mengapa tidak dengan wanita lain selain Rani. Tokoh aku sudah mengambil keputusan yang terbaik. Keputusan itu memiliki resiko apabila mencintai Rani wajib harus suka dengan bapaknya meskipun mengalami gangguan kejiwaan. Maka timbul emosi negatif pada tokoh aku seperti marah, kecewa, depresi, dan putus asa. Kecewa disaat mengalami sulit ini tokoh aku mendengar berita istrinya hamil. Sebentar lagi tokoh aku menjadi seorang bapak. Bagi pasangan suami istri itu merupakan berita sangat mengembirakan. Berbeda dengan tokoh aku tidak menginginkan istrinya hamil. Malahan dia ingin meninggalkan istrinya, menggugurkan kandungan, bahkan melakukan KDRT. Marah tidak jelas padahal masalah kecil dibesar-besarkan tidak segan-segan dia ringan tangan yang mendarat ke tubuh istrinya agar istrinya tidak betah dengannya sehingga dia dapat bercerai dengan istrinya. Jalan keluar itu semua gagal. Melihat istrinya menangis dan bersipu dihadapanya hatinya menjadi tidak tega. Tokoh aku bukanlah hati batu ketika istrinya menaklukkan hatinya emosinya menjadi runtuh. Tokoh aku masih memiliki hati nurani. Mungkin itulah kelemahan seorang lelaki terhadap wanita.
Tokoh aku mengalami trauma pada dirinya. Dari istrinya memiliki garis keturunan gangguan kejiwaan. Kemungkinan istrinya juga akan membawa gen tersebut sehingga melahirkan anak secara otomatis anaknya akan ikut menjadi gila. Di dalam dirinya kecewa apabila analisanya itu benar. Perasaannya gelisah setelah menganalisis garis keturunan dari istrinya. Dia akan menjadi malu mendapatkan anak gila. Banyak orang mencibir, dan menghinanya. Takut, takut, dan takut menyerang dirinya. Mendingan tidak mempunyai anak daripada mempunyai anak tapi gila. Itulah hal membuat pusing kepala saja. Masalah itu membuat pikirannya tidak tenang. Masalah tersebut membuat dirinya banyak menyita waktunya bahkan dia setres memfikirkannya. Maka dari peristiwa itulah tokoh aku mengalami post traumatic stress disoder. Cuplikan dari cerpen “ Saya memilih anaknya mati atau tak punya anak daripada punya anak tapi gila. Saya merasa, betapa malunya seorang yang mempunyai anak gila” (2013:115).

Tokoh aku cepat panik dan mudah tersinggung ketika mendengar berita yang tidak mengenakan hati dia langsung marah-marah tidak jelas. Dia sulit mengendalikan emosi negatifnya tersebut.  Pikirannya tidak jernih lagi ketika menghadapi masalah yang sama. Pikirannya menjadi kacau. Akibat dari setres yang berpanjangan. Saat tuntutan hidup terus tidak terkendali menyebabkan tokoh aku mengalami depresi yang sangat hebat. Akibatnya muncul reaksi negatif seperti reaksi psikologis, dan reaksi fisiologis Rekasi psikolgis muncul ketika tokoh aku tidak menguasai emosi dan pikirannya. Sehingga tokoh aku mudah marah, sedih, dan tersingguh ketika mendapatkan percikan api. Cuplikan dari cerpen “Saya melihat telunjuk lelaki itu digerak-gerakkan ketika bersalaman seakan memberi kode tertentu. Spontan perasaan saya cemburu kepadanya (2013:118).
Tokoh aku saat mengalami ketakutan, cemas, dan stress. Mengakibatkan terjadi reaksi fisiologis pada dirinya. Maka reaksi fisiologis yang ditimbulkan adalah sering pusing kepala yang terus-menerus memfikirkan masalahnya yang tidak ada ujunya itu. Masalah itu terus menerornya setiap saat. Amarah dan emosi mengendap di dalam pikirannya. Cemas dan ketakutan yang menggegeroti tubuhnya. Dari pikiran memicu penyakit datang menyerang kepada tubuh ini. Akibatnya sakit sehingga tidak bisa masuk kerja. Cuplikan dari cerpen yang berjudul Anak Orang Gila sebagai berikut. ”Kepala saya pusing. Ruangan itu sekarang berputar-putar” (2013:119). “ Keadaan keehatan saya melorot, tubuh saya kian kurus seperti wayang kulit. Mimpi-mimpi buruk sering meneror, kepala pusing, nafsu makan menurut drastis. Saya sering sakit hingga beberapa hari tak masuk kerja” (2013:118).
Setres pada setiap individu dapat dicari jalan keluar. Mencari faktor-faktor apa yang menyebabkan individu cemas dan ketakutan. Setelah mendapatkan solusi yang tepat pada dirinya diberikan stimulus yang positif agar dirinya lebih kuat menghadapi masalah meskipun masalah itu rumit. Motivasi hidup, dukungan dari keluarga yang dapat membangkitkan semangat pada diri yang sudah redup, dan berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Setelah berdoa akan mendapatkan ketenangan dan kedamaian hati. Itulah yang dibutuhkan pada individu yang mengalami post traumatic stress disorder.
Sebaliknya jangan membiarkan individu yang mengalami traumatik diberi stimulus yang negatif. Akibat stimulus negatif itu akan menambah kebencian, marah, ketakutan, panik, dan kecemasan pada individu tersebut. Apabila tidak ditangani individu akan kesulitan mencari jalan keluar dan terkurung dalam kesediaan. Hal yang terburuk adalah individu akan mengalami ganggungan kejiwaan. Tekanan-tekanan yang terus menghimpit hidupnya. Cuplikan dari cerpen sebagai berikut. “Hari-hari berikutnya, dibawah pohon, seorang lelaki dibelenggu dalam pasungan. Di sebelah kanannya, seorang perempuan menangisi sambil menggendong seorang anak yang tumbuh segar dan sehat. Dia sekarang menjadi gila seperti mertuanya” (2013:120).


Jumat, 11 April 2014

Cerpen Lembah Bujang karya Shoim Anwar


Separuh Jiwa Telah Pergi

oleh: Uun Undarti Septiani

Lembah Bujang karya M. Shoim Anwar mengangkat tema sosial politik.  Anggota militer yang ditugaskan di daerah perbatasan yang rawan konflik. Untuk mengamankan kesatuan kedaulatan negara. Tugas anggota militer di perbatasan mengawasi warga asing  yang memasuki daerah kekuasaan.  Warga asing digeledah satu persatu dimulai  paspor hingga barang yang dibawa tersebut. Mengantisipasi terjadinya penyelundupan barang-barang ilegal. Misalnya beras impor, bawang impor, bahkan yang kuatirkan adalah senjata api ilegal masuk ke negara itu. Maka anggota militer berusaha keras  agar barang-barang itu tidak masuk atau penyelundupan barang.  Juga mencegah bebasnya warga asing keluar masuk yang tidak disertai identitas lengkap. Bahkan ada juga warga asing yang mencari suaka ke negara lain.  Untuk mencegah terjadinya imigrasi gelap yang ingin mencari suaka ke negara orang.  Meskipun warga asing tidak mempunyai identitas lengkap bahkan sudah dilarang oleh anggota militer untuk memasuki daerah kedaulatan negara lain. Tetap saja nekat masuk kenegara itu.
Melewati jalan-jalan tikus untuk menghindari dari pemeriksaan dari pihak keamanan. Warga asing itu dengan bebas keluar masuk tanpa ada pemeriksaan. Semakin dilarang mereka semakin nekat untuk mencari jalan menuju negara tujuan yang mereka ingin singgahi. Anggota militer tersebut dengan tegas bagi warga yang memasuki kedaulatan kesatuan negara yang tidak mempunyai identitas yang lengkap akan ditangkap bahkan dipenjara bila terbukti melanggarnya.
Warga asing tersebut mencari suaka ke negara lain dengan tujuan untuk mendapatkan kehidupan yang layak. Dari negara asalnya kemungkinan terjadi konflik politik yang ada di daerah asalnya. Sehingga mereka sulit untuk beraktifitas sehari-hari mulai dari bekerja, sekolah, bahkan kebebasan untuk beribadah. Ruang gerak yang dimiliki menjadi sempit tidak sebebas seperti dulu. Sehingga mereka  tidak nyaman dengan negaranya sendiri ingin rasanya   keluar dari itu. Tetapi disisi lain mereka tidak tega untuk meninggalkan tempat kelahirannya. Karena dari tempat itulah ada kenangan yang indah yang sulit dilupakan.
Cuplikan cerpen sebagai berikut  “pendukung partai pemerintah di sekitar wilanyah perbatasan makin mengecil dan mengganti pendukung partai oposisi yang selalu menjanjikan perubahan mesti kami tahu bahwa itu bohong. Hidup di perbatasan ternyata menimbulkan masalah” (2014:44). Dari cuplikan tersebut  suasana politik yang memanas. Saling sikut kanan dan sikut kiri. Terjadi krisis ketidak percayaan warga sipil terhadap elit-elit atas. Mereka yang dibutuhkan adalah kepercayaan yang bisa dipegang bukan janji. Perubahan itu sangat penting bagi  warga sipil.
Bunyi senjata dari darat, laut, dan udara saling berlomba. Ranjau-ranjau ada dimana-mana yang siap diledakan. Letusan itu memekahkan telinga. Barisan panjang teng-teng amvibi dipersiapkan untuk melawan  musuh. Bahkan pesawat yang canggih pun turut ikut serta dalam pertempuran itu. Untuk menjaga keutuhan negara.  Suasana semakin mencekap dan tidak kondusif lagi. Peperangan tidak ada ujungnya. Pagi, siang, dan malam harus siap untuk bertempur. Berbagai stategi disusun mulai dari teknik stategi A sampai Z. Untuk melumpuhkan pihak lawan. Anggota militer taruhanya antara hidup dan mati.
Akibat dari konflik tersebut banyak Perempuan dan anak-anak ketakutan. Hujan tangis runtuh ketika melihat salah satu keluarganya meninggalkannya untuk selama-lamanya. Banyak sekali warga sipil yang menjadi korbanya. Terutama pada anak-anak yang kehilangan Ayah, Ibu, dan saudaranya akan mengalami trauma secara psikis dalam waktu yang sangat panjang. Untuk mengembalikan keceriaan anak-anak seperti dulu sangat sulit. Membutuhkan proses yang sangat lama memulihkan psikis paska perang. Sarana komunikasi menjadi terputus. Warga sipil  juga sulit berkomunikasi dan bertemu dengan keluarga yang menjadi korban. Mereka kebingungan mencari kemana lagi keluarganya.  Mereka tidak tau kepastian jelasnya. Fasilitas umum, pemukiman penduduk, dan rumah ibadah hancur seperti debu.
Anggota militer hanya manusia biasa. Di saat berperang dia gagah perkasa berada di barisan depan melawan musuh yang datang. Membawa senjata laras panjang yang didekapnya. Memantau kondisi keamanan negara tetap stabil. Siap mati untuk membela negara. Menghadapi resiko terbesar dalam medan perang. Kita tidak bisa menebak  kondisi di medan perang. kondisi wilanyah tetap stabil ada juga tiba-tiba musuh menyerang dari belakang. Disisi lain dia harus meninggalkan keluarga demi tugas negara. Rasa sedih, kangen campur menjadi satu. Hanya lewat komunikasilah yang digunakan untuk menyampaikan keadaan keluarganya tersebut. Terkadang juga salah satu dari keluarganya menjadi korban penembak.
Cuplikan cerpen “Akulah manusia yang paling sedih. Salah seorang penduduk yang ditembak tentara saat menyelap itu adalah Bapakku sendiri. Di punggungnya ditemukan tiga butir peluruh yang menancap” (2014:42). Dari cuplikan ada rasa menyesal dalam dirinya. Dia tidak bisa melindungi keluarganya sendiri. Kesedihan terus berkecambuk pada dirinya. Dia saja nyawanya sudah terancam dari pihak musuh yang mengincarnya. Separuh jiwanya telah pergi. Merontokkan air mata membasahi pipinya. Ingin berteriang tapi tidak bisa. Keluarga sangatlah berati untuk hidupnya.




Kamis, 03 April 2014

Menanti Tanpa Batas Waktu


Cerpen berjudul “Surat Terakhir” Karya M. Shoim Anwar mengkritik tentang permasalahan sosial. Dalam cerpen tersebut terjadi hubungan percintaan yang terlarang antara tokoh Aku dengan Susmia. Tokoh Aku dan Susmia adalah teman sekelas di SMA. Susmia seorang wanita yang sangat istimewa di hatinya. Karena keadaanlah yang memaksakan hubungan mereka harus berakhir. Tembok raksasa yang menghalangi dua insan manusia untuk bercinta.
Ketika tokoh aku menghadapi suatu permasalahan. Memaksakan harus memilih antara pendidikan atau cinta. Menurutnya pendidikan sangatlah penting. Dengan pendidikan dapat mengubah nasibnya. Meskipun, dia orang serba kekurangan tetapi dia ingin menjadi sukses dan dunia bisa dirainya. Suatu hal yang tidak mungkin suatu saat menjadi kenyataan.  Disisi lain dia sangat mencintai kekasihnya, yaitu Susmia. Wanita pujaan yang selama ini dia impikan. Dia ingin Susmia menjadi bagian hidunya. Susmia rela menantinya hingga sampai tokoh Aku meraih cita-citanya tercapai.
Pada cuplikan cerpen “Saya tidak sampai hati memperlakukan dia untuk menanti tanpa batas waktu” (2014:142). Cuplikan tersebut membuktikan bahwa ada rasa putus asa pada dirinya. Ditengah jalan langsung berhenti dan menyerah begitu saja. Menjadi seorang laki-laki jangan diam saja dan hanya merenungkan nasib. Seringkali menyalahkan nasib pada dirinya. Mencaci maki dan benci terhadap nasib yang dialaminya. Terkadang juga diterima terhadap diirinya. Seharus memperjuangkan cintanya sampai titik darah penghabisan. Berjuang tanpa mengenal lelah. Selagi dia masih mampu untuk berdiri tegak. Meskipun harus menanti. Penenantian  yang tidak  ada batas waktu. Ada rasa sungkan pada benaknya. Dia tidak mau pujaan hatinya harus menunggunya yang tidak ada kepastian jelas.

Saat waktu memisahkan Susmia dan tokoh Aku. Ketika mereka sudah memiliki pasangan masing-masing tetapi mereka masih saling menyayangi. Suatu keputusan yang sangat disesali pada dirinya, yaitu meninggalkan Susmia. Andai bisa memutarkan waktu kembali dia ingin selalu bersama Susmia sampai akhir hayatnya. Tetapi keadaan berbicara lain. Sekarang Susmia menjadi milik orang lain. Kecewa dan marah berkecambuk dalam diri ini. Susmia juga masih cinta dengan tokoh Aku. Susmia sulit melupakan mantan pacarnya. meskipun disampingnya ada suaminya berani main mata dengan mantan pacarnya tersebu. cuplikan dari cerpen”Susmia menatapku kuat-kuat mulai duduk hingga kini, nyaris tak perna berkedip. Dia benar-benar tidak takut dengan suami.
Dari situlah ada unsur-unsur cinta yang terlarang. Susmia sudah mempunyai suami masih bermain mata dengan mantan pacaranya, yaitu tokoh aku. Meskipun terhalang oleh ruang dan waktu cinta mereka tetap bersemi. Berusaha untuk melupakan masa lalu semakin sulit untuk pergi. Setiap saat dan setiap waktu selalu memfikirkannya. Namanya selalu ingat dalam memorinya. Semakin dia lupakan semakin kuat nama Susmia bahkan dalam tidurnya masih memanggil-manggil nama Susmia. Seorang wanita yang sangat istimewah dihatinya. Cinta pertama melekat dihatinya meskipun dia sudah punya istri. Nama Susmia tetap nomor satu pada dirinya. Istrinya selalu di nomor dua. Dia berusaha untuk mencintai istrinya tetapi tidak bisa. Rindu kepada Susmia terus menjadi beban baginya. Iman pada dirinya terus goyah.
Tokoh Aku egois hanya memfikirkan dirinya sendiri. Acuh tak acuh dengan istrinya sendiri yang menemaninya selama ini dan memberikan dua orang anak kepadanya.  Tokoh aku tidak perna menghargai istrinya. Memberikan sentuhan kasih sayang kepada istrinya sangat jarang. Ada dalam pikirannya hanya Susmia dan Susmia. Surat pemberian dari Susmia yang terakhir selalu dia kenang. Surat tersebut dicium dan dipeluknya seakan tidak mau lepas. Surat tersebut tidak mau pisah darinya. Banyangan Susmia selalu menghantui dalam hidupnya.
 Timbul ada unsur kecemburan pada istri tokoh Aku.  Istri dari tokoh Aku tidak terima bila suaminya menduakannya. Tokoh aku juga tidak terima bila surat dari Susmia diambil oleh istrinya. Perbuatan dari tokoh Aku memperlakukan istrinya tidak adil. Cuplikan dari cerpen sebagai berikut
 “Kamu nyeleweng, ya?” istriku menuding mukaku.
“Nyeleweng apa?”
“Punya pacar lagi! istri menjawab dengan nada tinggi.
“Siapa yang nyeleweng?”.
“Ngaku enggak! istri membentak (2014:146).
Dari cuplikan cerpen di atas tokoh Aku terus membanta tuduhan dari istrinya. Dia tidak mengatakan sebenarnya. Dia berusaha menyembunyikan perasaan yang sesunggunya. Maka dari situlah muncul pertentangan antara tokoh Aku dengan istrinya. Tokoh aku berusaha merebut surat dari Susmia. Surat terakhir pemberian dari Susmia sangatlah penting dari segala-galanya bila dibandingkan dengan keluarganya.
Selain itu semua orang berhak mendapatkan pendidikan setinggi-tingginya tidak mengenal status atau kedudukan. Menyerah bukan berarti dapat mengubah nasib. Semangat yang tinggi dan kemauan itulah dapat mengubah hidupnya sendiri. Pada kata “Saya orang miskin. Beban saya untuk menyelesaikan amat berat”. Membuktikan bahwa alasan ekonomi yang mencekiknya. Berfikir keras untuk keluar dari permasalahan yang membelitnya. keinginan untuk menyelesaikan kuliah sangat sulit tidak didukung oleh materi yang kurang. Beban yang ada dipundaknya terasa berat. Tekanan terus menekan batinnya. Putus asa terus membelenggunya.